Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Viral! Obat Kadaluarsa Menyebabkan Ibu Hamil Keracunan. Begini Solusinya agar Tidak Terjadi Kembali!

Sumber Gambar : diction.id

 

 Kabar ibu hamil yang keracunan akibat mengonsumsi obat yang telah kadaluarsa beberapa tempo lalu menjadi tamparan bagi kita semua. Di satu sisi, kejadian ini jelas disebabkan karena kelalaian tenaga medis yang bertugas pada saat itu, namun di sisi lain ini menjadi pelajaran bagi banyak orang. Dilansir dari megapolitan.kompas.com, Ibu Novi Sri Wahyuni, wanita 21 tahun sempat mengalami pusing, mual, perut melilit, hingga muntah-muntah setelah meminum vitamin B6. Kasus ini menyebar sedemikian cepat tak lama sehabis korban melaporkan Puskesmas Kelurahan Kamal Muara atas kejadian ini.



            Seyogyanya, hal ini dapat dicegah dengan memiliki pemahaman tentang cara penggunaan obat yang benar. Di bawah ini adalah beberapa cara penggunaan obat yang benar, yakni sebagai berikut.

 

  1. Bacalah petunjuk penggunaan obat pada kemasan obat

Penggunaan obat tergantung dari jenis sediaannya masing-masing. Sebagai contohnya adalah obat minum yang berbentuk kapsul atau tablet. Tablet antasida diminum sebelum makan karena harus dikonsumsi dalam keadaan lambung kosong. Sedangkan sirup dianjurkan untuk dikocok terlebih dahulu. Ini perlu dilakukan agar komposisi obat yang ada di dalamnya tercampur dengan baik.

  1. Periksa tanggal kadaluarsa obat dan kondisi obat saat menerima obat dari petugas farmasi

Tanggal kadaluarsa obat adalah waktu yang tertera pada kemasan yang menunjukkan batas waktu diperbolehkannya obat tersebut dikonsumsi karena diharapkan masih memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Tanggal kadaluarsa obat umumnya tertera pada kemasan obat. Saat menerima obat dari petugas farmasi, usahakan dengan memastikan obat dalam keadaan baik, tertutup rapat dalam kemasan.

  1. Waspada pada saat ingin meminum obat

 

Meskipun saat menerima obat sudah mendapati obat dalam keadaan baik, ada baiknya kita memperhatikan kembali keadaan obat yang akan diminum. Jika sediaan berbentuk tablet, obat  tidak dalam keadaan yang terbelah atau berubah warna. Jika sirup, botol masih tertutup rapat. Perlu diwaspadai bahwa tanda obat sudah kadaluarsa adalah berubah rasa, warna serta baunya.

      Obat yang sudah melewati waktu kadaluarsa bisa beralih menjadi toksin atau racun karena berkurangnya stabilitas obat. Kelalaian penggunaan obat terkait hal ini mengurangi keefektifan fungsi kandungan obat. Pasien yang diharapkan segera sembuh justru mengalami sakit berkepanjangan. Belum lagi antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi obat alias kebal obat. Ketika resistensi obat terjadi maka penyakit yang ditimbulkan akan lebih serius.

 

      Penggunaan obat yang benar tidaklah rumit, hanya saja kita sebagai pasien yang cerdas dituntut untuk lebih teliti mengonsumsi obat terlebih jika obat tersebut ditujukan pada bayi atau balita kita sendiri. Bayi tentu lebih rentan atas efek samping obat yang telah melewati masa kadaluarsanya. Yuk, kita mulai sedari detik ini menjadi lebih bijak dalam penggunaan obat! Semakin kita bijak menggunakan obat, maka akan semakin berkurang kasus kesalahan penggunaan obat yang tidak diinginkan.